Sina, Petra, dan Teddy Bear

Hari Minggu siang bulan Mei tahun lalu (22/5), saya agak kaget menerima SMS dari nomor yang tidak saya kenal. Isinya:

Hey,

My name is Sina and I am from Germany. I am coming to Bandung with my German friend around 25th May for 2 or 3 days and looking for accomodation…

How about your place? Would it be possible? I do speak Indonesian as well. No problem. 

I can tell you later more about me if you wish some information🙂

Thank you very much for your help

Sina

Ah, ternyata dia tau nomor ponsel saya dari situs http://www.hospitalityclub.org (HC). Saya tak berpikir terlalu lama. Langsung saya jawab oke. Sina bilang dia akan datang hari Rabu (25/5) dan akan menginap selama beberapa hari. Kami pun janjian lewat SMS gimana cara ketemunya. Dia bilang dia akan tiba di Bandung dari Jakarta setelah jalan-jalan selama 2 hari di sana. Sore menjelang pulang kantor, saya kirim SMS ke dia dan memberi petunjuk bagaimana ke rumah saya naik taksi. Taksinya yang biru itu lho🙂

Sekitar jam 8 malam, dua perempuan bertubuh subur makmur sentosa turun dari sebuah taksi biru di depan rumah saya. Nama mereka Sina dan Petra. Keduanya berasal dari kota kecil indah bernama Konstanz, Jerman, mepet dengan perbatasan Swiss. Sina bisa bicara bahasa Indonesia dengan sangat baik. Ternyata dia mengambil mata kuliah bahasa Indonesia di kampusnya, Universitas Konstanz. “Sebenarnya saya mengambil jurusan Bisnis/Ekonomi dan Studi Asia. Jadi saya juga belajar beberapa bahasa Asia, di antaranya Jepang dan Indonesia,” jelas perempuan 23 tahun ini.

Sina memutuskan untuk belajar bahasa Jepang langsung di negeri matahari itu pada usia 18 tahun. Dia menghabiskan setahun hidup di Tokyo. Sejak Agustus 2010, dia memperdalam kemampuan bahasa Indonesianya di Jogja, persisnya di UGM. Saya jadi merasa bertemu teman lama sefakultas, karena saya juga alumnus Fakultas Ilmu Budaya UGM. Kami lantas saling bercerita tentang kehidupan kampus dan banyak hal lain. Untuk tidak membuat Petra merasa dicuekkin, saya mengajak Sina berbahasa Inggris saja.

Petra membuat saya terkagum-kagum. Dalam usia di atas 50 tahun, dia masih cukup bugar untuk melakukan perjalanan keliling dunia. “Saya sudah 20 tahun bekerja sebagai perawat di panti jompo. Tabungan saya juga sudah cukup untuk sedikit jalan-jalan,” jelas perempuan lajang ini.

Saya dan istri saya kemudian membantu merencanakan acara jalan-jalan mereka di Bandung. Sejak awal mereka sudah berencana pergi ke Tangkuban Perahu, Ciater, dan Maribaya. Kebetulan saya punya buku tentang jalan-jalan di Bandung dan sekitarnya, dan karena Sina bisa bahasa Indonesia, buku itu jadi lumayan berguna. Kami memberi mereka semua informasi berguna: nomor telepon taksi, cara menuju tempat-tempat itu, naik bus apa, warung-warung nasi dan laundry di kompleks kami, dan lain-lain.

Menjelang tiba waktu tidur (karena kami dan mereka sudah ngantuk), saya menunjukkan di mana kamar mereka. Rumah saya punya dua ruang tidur, tapi hanya satu yang ada ranjangnya. Saya sejak awal menolak gagasan bahwa rumah kecil ini harus didominasi ranjang. Akhirnya kamar yang satunya lagi saya jadikan perpustakaan dan ruang kerja, ditambah sebuah sofa-bed nyaman berwarna merah marun. Sofa itu bisa dibuka-lipat menjadi tempat tidur kalau dibutuhkan. Sebelumnya mereka dengan sopan menolak sate ayam suguhan saya karena sudah makan bebek di Braga sebelum menuju rumah saya. Tapi mereka sedikit mencicipi martabak keju, mangga, dan jambu suguhan kami. Terpaksalah saya menghabiskan 20 tusuk sate ayam dan sapi sendirian, padahal saya beli buat suguhan untuk tamu.

Kami juga sempat diskusi soal rencana keesokan paginya. Berhubung saya dan istri berangkat ke kantor sekitar jam 7 pagi, saya dan istri sepakat meninggalkan kunci cadangan untuk mereka. Esok paginya, selain meninggalkan kunci, saya meninggalkan surat. Saya bilang, kalau mau makan, silakan cari sesuatu di kulkas atau lemari di dapur, ada mie instan, telur, roti tawar, dan selai. Di profil saya di HC, saya memang mencantumkan dengan jelas bahwa saya tidak menjanjikan makan di rumah, dan ini normal saja di HC. Malamnya, setiba di rumah, saya sempat melirik sofa dan tertawa saat menemukan boneka Teddy Bear di situ (!).

Jam 8 malam, Sina dan Petra tiba di rumah, basah karena sedikit kehujanan. Mereka dengan riang bercerita soal jalan-jalan hari itu. Mereka bahkan terkesan dengan sikap ramah sopir taksi biru yang mau menunjukkan, bahkan mencegat, minibus yang menuju Lembang dan sekitarnya. Pulangnya mereka membawakan kami nanas madu yang lalu kami makan sama-sama. Sina sempat membaca beberapa bab buku The Naked Traveler sambil tertawa-tawa. “Mungkin nanti saya mau mampir ke Gramedia dan membeli buku ini,” katanya. Kami lalu ngobrol sampai menjelang tengah malam, tentang Jerman, tentang keluarga mereka, tentang kegiatan Sina di UGM, tentang pekerjaan Petra, tentang pekerjaan saya, tentang Helloween (“Kamu suka Helloween? Padahal mereka nggak ngetop-ngetop amat di Jerman,” kata Sina tertawa), tentang makanan di Jerman, dan banyak lagi. Lucunya, malam itu adalah terakhir kali saya bertemu mereka. Seperti biasa, mereka bilang tidak bisa bangun pagi, jadi mereka mau pamitan lebih awal. Dan tentu saja kami sempat berfoto-foto lebih dulu.

Sina, saya, dan Petra

Sore hari Jumat (27/5), mereka naik kereta ke Malang. Sina sempat kirim SMS ke saya dan bilang dia menghabiskan mie instan terakhir di lemari saya. Seperti kemarinnya, kami meninggalkan kunci rumah kami yang nantinya dititipkan di tetangga sebelah kalau mereka mau pergi. Sina sangat ingin melihat Bromo dan mencicipi apel malang. “Ada seseorang yang sudah mengonfirmasi bahwa kami bisa tinggal di rumahnya. Dia sudah berkeluarga dan punya 2 anak,” jelas Sina. Saya tak heran, begitulah cara kerja Hospitality Club. Selalu ada orang yang bersedia menampungmu saat berkunjung ke negara atau kotanya.

Tampilan profil saya di situs HC

Buat yang belum tahu, Hospitality Club adalah situs yang sangat populer di kalangan backpacker di seluruh dunia. Saya sudah bergabung di situs ini sejak 4 tahun yang lalu.Keanggotaan organisasi tidak dipungut bayaran dan pendaftaran dilakukan melalui situs web. Ini semacam jejaring sosial khusus buat orang-orang yang hobi ber-backpacking ria ke negara-negara lain. Anggotanya saat ini sudah lebih dari 600 ribu orang di lebih dari 200 negara. Situs ini dikelola secara sukarela oleh para anggotanya.

Kalau misalnya mau backpacking ke Jerman, misalnya, cari saja anggota-anggota HC yang tinggal di kota yang kamu tuju di Jerman. Tinggalkan pesan dengan ramah bahwa kamu butuh tempat menginap selama tinggal di sana. Kamu bisa kirim pesan ke banyak anggota dan lihat nanti siapa yang menanggapi. Dalam suatu profil, selain data diri, kamu juga bisa mengisi kolom Travels and InterestsHelp and Advice, dan Accommodation. Ini contoh kolom Accommodation saya:

Accommodation

I live with: my partner (wife, husband, girl/boyfriend)

Sleeping place I can offer: space on the floor – sofa – separate room

Please bring: sleeping bag

Maximum number of guests: 2

Maximum length of stay: 2-3 days

Notification – visitors: should notify 14 days in advance, must notify  days in advance, can call on arrival and are asked to call between 7pm and 9pm.

Gender of guest: doesn’t matter

Smoking: not at all

Requirements and Restrictions: no drugs – no alcohol – pay for phone calls – pay for food – do dishes – other:negotiable Pets: Don’t like pets 

Kegiatan utama organisasi HC adalah pertukaran tempat tinggal. Status keanggotaan dibagi dua, yaitu sebagai tuan rumah (host) dan tamu (guest); yang mencari dan meminta kesediaan anggota lain yang berstatus tuan rumah untuk diinapi dengan cuma-cuma tanpa transaksi pembayaran, murni berdasarkan kerelaan calon tuan rumah. Setiap anggota menuliskan keterangan berapa lama seorang tamu diperbolehkan tinggal, apakah mereka menyediakan makanan bagi para tamu, dan persyaratan lainnya di dalam halaman keanggotan masing-masing.

Setelah terjadi persetujuan oleh kedua belah pihak, pertemuan pun bisa dilakukan. Selain pertukaran akomodasi, anggota dapat saling bertemu melalui di seputar lokasi yang dikujungi/ditinggali. Tersedia pula halaman wiki yang berisi panduan wisata untuk membantu anggota selain forum bagi anggota yang disediakan untuk mencari sahabat seperjalanan. Bahkan, kalau kita tak bisa menyediakan akomodasi, kita tetap bisa saling bertemu untuk sekadar ngopi bareng.

Selain HC, ada juga situs sejenis bernama CouchSurfing (www.couchsurfing.org, alias CS). Cara kerjanya kurang lebih sama, kecuali bahwa HC tampil lebih minimalis. Kalau kamu ingin bergaul dengan banyak warga dunia, bergabung di kedua situs adalah cara yang bagus, bahkan tanpa perlu ke luar negeri.

Berdasarkan pengalaman saya, para anggota HC dan CS benar-benar orang yang ramah dan bisa dipercaya. Mereka menginap di rumah-rumah anggota lain bukan karena tak punya duit untuk hotel, tapi karena mereka ingin mengenal orang-orang lokal di negara tempat mereka melancong. Orang seperti saya, yang meninggalkan kunci rumah kepada tamu, juga tidak sedikit. Tak jarang, entah tamu atau tuan rumah adalah suami-istri atau keluarga yang senang berkeliling dunia dan bersahabat dengan semua warga dunia. Tak sedikit mereka yang sudah punya anak pun senang mendapat tamu orang asing. Anak-anak mereka bisa belajar bergaul dengan orang-orang asing yang ramah. Sejauh ini saya sudah bertemu dengan backpacker dari Jerman, Rusia, Italia, dan Polandia.

Sina dan Petra akan meninggalkan pesan di profil HC saya tentang bagaimana saya menjamu mereka. Komentar itu akan sangat berguna ketika kelak ada tamu lain dari entah negara apa membaca profil saya dan mengetahui bahwa saya adalah tuan rumah yang baik. ^_^

Perpus saya, sofa-bed, dan Teddy Bear itu🙂

One thought on “Sina, Petra, dan Teddy Bear

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s