Life Traveler

Judul: Life Traveler: Suatu Ketika di Sebuah Perjalanan

Penulis: Windy Ariestanty

Penerbit: GagasMedia

Cetakan I: 2011

Tebal: 382 halaman + x

“Konon, bumi ini milik mereka yang mau berhenti sejenak untuk melihat-lihat, lalu meneruskan perjalanan.” ~ anonymous

Entah kenapa belakangan ini saya semakin sering membaca buku berjenis travel writing. Mungkin karena saya sendiri ketagihan traveling, walau destinasi yang saya kunjungi belum banyak. Berhubung sering jalan-jalan di Gramedia dan melihat sampul buku ini, akhirnya pada suatu hari saya comot satu. Tumbenan, karena biasanya saya ke Gramedia hanya untuk survei dan cuci mata, sementara beli bukunya sendiri lebih sering di Togamas atau Palasari. Saya butuh 3 hari untuk membaca buku setebal 382 halaman ini sampai rampung.

Life Traveler adalah catatan perjalanan Windy Ariestanty (editor GagasMedia, kalau tak salah) saat mengunjungi beberapa negara Asia Tenggara dan Eropa. Dibandingkan dengan banyak buku travel writing lain yang sekarang sedang nge-tren, buku ini menawarkan kekayaan dalam hal merefleksikan apa yang dia lihat, dengar, dan alami.

Tadinya saya mengira akan disuguhi tulisan berupa “laporan pandangan mata” penulis tentang tempat-tempat yang dia kunjungi, plus tips-tips saat traveling. Setidaknya ini karena saya tiba di halaman 12 tentang apa yang harus kita bawa saat backpacking dan bagaimana cara mengatur semua bawaan itu di dalam tas. Namun, saat lebih jauh membaca, penulis menawarkan lebih daripada sekadar catatan perjalanan ringan dan dangkal perenungan.

Windy menunjukkan bahwa sesederhana dan sebiasa apa pun peristiwa yang kita lihat, ketika dituangkan dalam tulisan akan lebih besar maknanya. Dia memang tak banyak melebur dalam keseharian masyarakat lokal di negara yang dia kunjungi, melainkan lebih sebagai pengamat yang merenungkan apa yang dia lihat. Ini wajar, mengingat Windy—sebagai seorang pegawai sebuah perusahaan penerbitan—hanya punya waktu 2 minggu untuk berkeliling Vietnam dan Kamboja, dan juga berkunjung ke Eropa selama beberapa hari atas biaya perusahaannya.

Windy sangat suka merenung dan peka akan detail. Dan dia berhasil mengajak pembaca untuk ikut merenungkan hal-hal “remeh” yang dia lihat dan rasakan: melihat cinta pada diri sepasang manula di sebuah taman di Kamboja, curhat soal kekasih yang meninggalkannya, menginap di O’Hare Airport, Chicago, dan mengobrol dengan seorang pelayan coffee shop (yang mengingatkan saya pada film The Terminal), merenungkan makna “bahasa” saat bertemu dengan orang-orang yang berbeda negara dan bahasa sehingga sulit berkomunikasi secara “normal”, kisah seorang pemandu wisata berkebangsaan Belanda di Paris yang konon sangat mencintai Indonesia, dan banyak lagi. Salah satu yang menarik bagi saya adalah tulisan tentang perjalanan dia ke Jerman dalam rangka mengunjungi Frankfurt Book Fair. Tulisan ini juga didedikasikan bagi Mula Harahap, seorang tokoh industri perbukuan, yang meninggal 2010 lalu.

Secara keseluruhan, ini buku bagus. Jelas terasa bahwa penulisnya menulis dengan hati. Dan saya suka lay-out-nya. Enak dibaca, ditambah ilustrasi-ilustrasi goresan tangan yang manis. Buku ringan yang sedap dibaca di akhir pekan yang nyaman dan sejuk bergerimis.

Ilustrasi di tiap judul bab. Pembatas bukunya jg lucu🙂

5 thoughts on “Life Traveler

  1. buzzerbeezz

    Kirain buku ini bakalan biasa aja. Namun setelah membaca ternyata lebih dari itu. Di buku ini, saya suka quote “Pulang ke rumah, dimana rumah sendiri adalah tempat dimana kita merasa lebih nyaman, tempat dimana kita bisa menjadi dan menemukan diri sendiri.”

    Reply
  2. dblueholic

    Wah, ilustrasinya bagus…. >.<
    Menurut Mas Indra, dari skala 1 sampai 5, buku ini layak dapat berapa bintang? dan bagaimana penilaiannya jika dibandingkan dengan Geography of Bliss?
    Btw, GoB itu ada bonus pembatas bukunya ga ya?
    *maaf banyak tanya :v

    Reply
    1. Indradya SP Post author

      Skala 1-5? Aku kasih 3,5 deh🙂
      GoB ga ada pembatas bukunya, tapi kisahnya oke banget🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s