Berakhir Pekan di Festival Media

Sabtu (15/9), tak biasanya saya sudah di berada di tengah kemacetan kawasan Buah Batu, Bandung. Pagi itu saya sedang menggeber motor Belalang Tempur saya ke acara travel writing workshop yang merupakan bagian dari ajang Festival Media. Yang terakhir ini adalah sebuah gelaran yang diadakan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) dalam rangka HUT-nya yang ke-18.

Diadakan di Gedung Indonesia Memilih Menggugat (GIM), 15-16 September 2012, Festival Media ini dimaksudkan sebagai pameran produk industri media mainstream dan berbagai komunitas media independen yang ada di Bandung dan beberapa kota lainnya.

Jam 09.30, saya sudah stand by di lokasi. Saya sempat bertemu dengan Dandy D. Laksono, mantan wartawan yang kini aktif memproduksi film dokumenter bersama WatchDoc. Dandy juga pernah menulis buku Jurnalisme Investigasi (2010) yang diterbitkan Mizan. Tampak beberapa stand di halaman GIM, dihuni oleh beberapa lembaga media di antaranya Pikiran Rakyat, Voice of America (VOA), Tempo, WatchDoc (pembuat film dokumenter yang sebagian karyanya ditayangkan di Kompas TV), dan ada juga Cek & Ricek. Yang terakhir ini agak aneh, soalnya kalau saya nggak salah, infotainment tak dianggap sebagai pekerja media alias bukan termasuk organisasi kewartawanan AJI.

Tapi, sudahlah. Yang jelas, jam segitu workshop gratis tersebut dimulai agak molor, dan sekitar jam 10.00 acara yang dihadiri 20-an peserta ini dibuka oleh Ahmad Yunus. Pria ini adalah wartawan sekaligus penulis Meraba Indonesia: Ekspedisi “Gila” Keliling Nusantara. Buku itu bercerita tentang pengalaman Yunus bersama rekannya, Farid Gaban (wartawan senior yang pernah lama di Tempo), menjelajahi bumi Indonesia selama setahun naik motor trail bekas. Yunus, yang kini aktif di WatchDoc, banyak bercerita tentang perjalanan yang ia lakukan bersama Farid pada 2009 – 2010 itu.

Suasana workshop.

Acara kemudian diarahkan ke diskusi bebas tentang travel writing. Farid Gaban yang datang belakangan sempat membahas beberapa tips untuk menghasilkan tulisan perjalanan yang bagus. “Jangan pernah pakai kata sifat,” kata Farid. “Sebagai gantinya, gantilah kata sifat itu dengan deskripsi yang hidup.” Contoh kalimatnya, ketimbang menulis “Konser Peterpan tadi malam sangat heboh”, gambarkan saja seperti apa suasana konser itu: “Konser Peterpan dihadiri 20 ribu penonton. Sebagian dari mereka berusia belasan hingga 20 tahunan. Sepanjang pertunjukan mereka selalu berteriak histeris dan ikut bernyanyi dengan bersemangat”. Belakangan, Farid mempersilakan peserta untuk mengopi file data soal teknik menulis ini. Sayangnya, saya nggak bawa flashdisk.😦

Sesekali, Yunus memutar klip video yang ia buat selama perjalanan tersebut. Gambar yang dihasilkan sangat keren, menunjukkan alam Indonesia yang sangat indah. Menurut saya video itu sangat layak dijadikan iklan pariwisata.

Serunya, di akhir acara, para peserta workshop mendapat hadiah kaos dan buku gratis dari Penerbit Serambi. Saya sendiri kebagian novel berjudul The Devil’s Whisper. Selepas acara, saya sempat bertanya kepada Yunus, langkah strategis apa yang sekiranya akan dilakukan mengenai pariwisata Indonesia. Sebab, soal kecantikan alam Indonesia tentu sulit dibantah. Masalahnya, kenapa semua kekayaan alam itu hanya mampu menarik turis asing jauh lebih sedikit dibandingkan negara-negara tetangga? Di mana peran travel writing dalam hal ini?

Yunus menjawab, saat ini ia sedang menggagas proyek penulisan travel writing yang sifatnya terjun langsung ke lapangan. “Katakanlah pesertanya 50. Kalau semua orang itu aktif melakukan perjalanan dan aktif menulis, tentu akan semakin banyak tulisan tentang Indonesia yang mudah didapatkan di Internet maupun media lain. Indonesia akan terpromosikan dengan sendirinya,” kata Yunus panjang lebar.

Sayangnya, obrolan terputus karena Yunus sibuk mengopi file untuk dibagikan ke para peserta. Padahal saya masih punya banyak pertanyaan. Semisal: lantas bagaimana peran strategis pemerintah yang seharusnya bisa bergerak lebih jauh dalam hal pariwisata Indonesia? Kalau pada akhirnya yang dikenal orang asing cuma Bali, bukankah ada yang salah dengan promosi wisata kita?

Anak SMA lagi nyoba jadi presenter dadakan di stand VOA.

Seusai acara, saya menyempatkan diri melihat-lihat keramaian sekitar. Puluhan stand dari berbagai media, organisasi penyiaran, komunitas, perusahaan produk minuman hingga telekomunikasi ramai dikerubungi pengunjung. Ruang utama diisi dengan kegiatan lomba debat antar SMU di Bandung, sementara di ruangan lain berlangsung beberapa workshop dan seminar.

Stand WatchDoc.

Hampir semua stand membuat kegiatan yang menarik pengunjung. Stand Kantor Berita Antara menawarkan lomba foto selama pameran dan workshop video jurnalis. Stand VOA mengajak pengunjung mencoba menjadi presenter televisi dadakan. Stand WatchDoc iseng-iseng menawarkan pembuatan foto narsis bersama Bung Karno & Bung Hatta bagi pengunjung. Di sini saya juga memborong beberapa koran gratisan edisi hari itu, juga beberapa stiker dan poster.😛

Besoknya, saya sempat kembali ke GIM karena ada janji ketemu Daniel Mahendra. Yang satu ini adalah mantan wartawan dan penulis Perjalanan ke Atap Dunia, buku catatan perjalanan tentang petualangan Daniel ke Tibet. Resensi bukunya bisa dilihat di sini. Sambil menunggu Daniel, saya sempat menikmati acara terakhir dari rangkaian Festival Media ini, yaitu acara musik sore yang ditampilkan secara akustik oleh Ammy n Friends.

Ketika Daniel tiba, kami langsung terlibat pembicaraan asyik soal traveling dan buku travel. Tak terasa kami ngobrol sampai magrib dan kami pun janjian ketemu lagi lain waktu. Tentunya diakhiri janji Daniel bahwa ia akan mengirimi saya contoh naskah travel writing yang sedang ia garap.🙂

Akhir pekan yang asyik. Apalagi MU menang telak 4-0 pada Sabtu malamnya.🙂

8 thoughts on “Berakhir Pekan di Festival Media

    1. Indradya SP Post author

      Masa? Masih cukup kok tempatnya padahal. Saya blm dapet file-nya, katanya mo dikirimin via imel sama mas Yunus.

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s