Pesta Kolesterol di Festival Jajanan Bango Bandung

Pintu masuk area FJB.

Pintu masuk area FJB.

Terakhir kali saya datang ke Festival Jajanan Bango (FJB) di Bandung rasanya sudah lama, tahun 2009 atau 2010. FJB memang tak selalu diadakan di Bandung setiap tahun. Jadi, Sabtu siang (9/2) lalu saya bela-belain datang, sekalian sarapan dan makan siang digabung jadi satu (!). Apalagi acara ini cuma berlangsung satu hari di masing-masing kota yang disambangi FJB (Bandung, Semarang, Malang, Surabaya, dan Jakarta).

2013-02-09 13.09.10Bandung menjadi kota pertama yang disambangi rangkaian acara pesta kolesterol ini. Tahun ini FJB digelar di area Monumen Perjuangan Rakyat, tak jauh dari kampus Unpad di Jl. Dipati Ukur. Puluhan stan makanan dan minuman digelar di dua area yang disebut Bango A dan Bango B. Panggung untuk musik disiapkan di bagian ujung tengah. Ada juga sekitar lima area makan dengan meja dan kursi.

Di antara 50 stan yang ada, sebanyak 10 di antaranya disebut oleh Bango sebagai Legenda Kuliner Nusantara. Sebut saja: Sate Klatak Mak Adi Yogyakarta, Tengkleng Klewer Bu Edi Solo, Sate Jamur Cak Oney, Tahu Tek Telor Cak Kahar Surabaya, Nasi Pindang Pak Ndut Semarang, Mie Aceh Sabang, Mie Koclok Mas Edy Cirebon, Oseng-oseng Mercon Bu Narti Yogyakarta, Lontong Balap Pak Gendut Surabaya, dan Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih. Pengennya sih hajar semua makanan itu, tapi nggak mungkin juga lah….dompet bisa jebol dan kolesterol bisa naik macam orang gila yang manjat sutet.😛

Seperti biasa, masuk ke area FJB gratis, tapi makannya tetap bayar, dong. Kali ini panitia menerapkan sistem kupon untuk pembelian makanan, sementara di tahun-tahun yang lalu kita bisa bayar langsung ke penjualnya. Satu kupon harganya Rp 15 ribu, termasuk bonus satu kemasan kecap Bango ukuran 55 ml.

Sate jamurnya maknyus juga nih...

Sate jamurnya maknyus juga nih…

Sebenarnya saya nggak suka sama sistem ini, selain kurang praktis, pukul rata Rp 15 ribu per porsi makanan rasanya agak mahal. Jadinya ya harus ngirit. Prinsip saya, di acara seperti ini nggak perlu mendatangi stan-stan makanan yang warungnya berbasis di Bandung. Kalau ada di Bandung sih kapan-kapan juga bisa. Jadi saya beli oseng-oseng mercon Bu Narti dari Yogyakarta, Sate Jamur Tiram Cak Oney dari Yogyakarta, dan Nasi Pindang Pak Ndut Semarang.

Seporsi oseng-oseng mercon yang joss gandoss!

Seporsi oseng-oseng mercon yang joss gandoss!

Baru sekarang saya bisa makan oseng-oseng mercon siang-siang. Biasanya Bu Narti ini mulai jualan pas udah magrib kalau di Jogja. Seperti biasa, rasanya maknyuss! Tumpukan lemak yang lezat itu beberapa kali dipanaskan di wajan di stannya. Lalu, saya mengunjungi stan Nasi Pindang Pak Ndut Semarang.

Stan Nasi Pindang Pak Ndut.

Stan Nasi Pindang Pak Ndut.

Nasi pindang adalah nasi dan daging yang disajikan dengan kuah pindang dan daun so/melinjo. Pembeli bisa memilih lauk utama untuk nasi pindangnya, di antaranya ada jeroan sapi dan telor pindang. Saya memilih koyor—sebutan lain kikil yang merupakan bagian dalam atau urat kaki sapi, dan dimasak dengan kuah kental.

Baru satu jam di sini, hujan badai pun datang. Untunglah saya sedang menikmati makanan porsi ketiga: sate jamur Cak Oney. “Daging” satenya sendiri terbuat dari jamur tiram, tapi teksturnya mirip dengan daging ayam. Mengingatkan saya pada menu-menu di resto Jejamuran, Jogja. Maknyuss….makan sate jamur saat hujan badai sambil lirik sana-sini. Bahkan bule-bule yang tampangnya masih kayak anak kuliahan pun berseliweran jalan-jalan sambil makan.

Suasana FJB.

Suasana FJB.

Setelah hujan reda, saya pun pulang…sambil bawa sebungkus oseng-oseng mercon buat makan malam di rumah. Kalau acara beginian ada setiap hari atau setiap minggu, sekalipun dengan alasan melestarikan pusaka kuliner nusantara, bahaya banget buat kesehatan dompet dan kolesterol bisa melonjak.😀

7 thoughts on “Pesta Kolesterol di Festival Jajanan Bango Bandung

  1. merry go round

    Ooohh jadi semua makanan di FJB itu 15ribu seporsi? Dulu pernah mampir ke FJB di Jakarta, tp ga ikutan wisata kulinernya, cuma sibuk motret dan ikut nyium2 wanginya doang, wahahahahaa… Ke event kaya gini enaknya brg temen yg doyan makan ya, jadi ikut ngiler untuk nyicipin masakannya.

    Reply
    1. Indradya SP Post author

      Lho, kan kamu ada temen yg tukang makan tuh…hahaha. Wah, ke acara ginian kok cuma foto2…rugi besaar😛

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s