Balada Ukraina #16

Pemandangan Kiev dari perbukitan.

Pemandangan Kiev dari perbukitan.

Ukraina bisa dibilang bukan negara yang akrab dengan bahasa Inggris. Sebagai negara pecahan Uni Soviet, 90% tulisan di semua tempat menggunakan Cyrillic. Bagi orang asing yang masih tergagap membaca huruf-huruf lucu itu, seperti saya, jadi tidak mudah berjalan sendirian tanpa ada tulisan atau petunjuk apa pun yang bisa dipahami.

Namun di Kiev, kita relatif lebih mudah menggunakan bahasa Inggris secara lisan dengan sebagian warganya dibandingkan dengan di kota-kota lain. Terutama dengan anak sekolah atau mahasiswa. “Karena di sini ibukota, mungkin,” kata Sasha H, anak Kiev yang menemani saya jalan-jalan siang itu. Sesekali, dia juga mengajari saya membaca huruf-huruf Cyrillic sambil melihat-lihat tulisan apa pun di jalanan.

Suvenir Ukraina di Kiev.

Suvenir Ukraina di Kiev.

Sasha mengajak saya ke Andriyivsky Uzviz, sebuah jalan berbatu (cobblestone) yang menanjak. Jalan ini dipenuhi para pedagang suvenir dan barang antik. Dari mug, vas, piring hiasan, lukisan, aksesoris sepak bola, hingga jubah-jubah militer ala jenderal-jenderal dari zaman Soviet ada di sana. Saya sih nggak beli apa-apa saat itu. Yang pasti, sekarang saya sudah tahu harus ke mana kalau mau berburu suvenir asyik kalau nanti menjelang musim panas main ke Kiev lagi. “Barang-barang di sini bisa ditawar kok, tapi paling-paling harganya cuma berkurang sedikit,” Sasha memberitahu. “Atau kalau kau membeli banyak.”

Setelah itu, kami berjalan melewati taman-taman kota yang besar di atas bukit. Pemandangan Kiev dari atas bukit memamerkan warna kelabu karena pohon-pohon belum banyak menampakkan hijau daunnya menjelang musim semi itu. Sungai Dnipro yang lebar dan berwarna biru tua tampak membelah kota.

“Saat musim semi dan musim panas, pemandangan dari sini lebih cantik, karena cuacanya cerah dan pohon-pohon sudah menghijau semuanya,” kata Sasha. Hmm….Ya, saya bisa membayangkan itu.

Kami lalu berjalan ke sebuah plaza dan melihat area bangunan gereja St. Michael dari jarak agak jauh. “Itu gereja, ya? Kita nggak ke situ?” tanya saya.

“Nanti kau akan ke situ, dengan guide setelah aku,” kata Sasha. “Aku mau menunjukkan tempat lain. Ada gedung bagus tak terlalu jauh dari sini.”

Gorodetsky House dari kejauhan.

Gorodetsky House dari kejauhan.

Kami pun berjalan lagi. Sungguh enak ternyata berjalan kaki di tengah suhu dingin. Lama-lama saya jadi merasa lebih segar setelah terbiasa berjalan kaki di negara ini. Dan, sepertinya juga…lebih langsing.😛 Sasha mengajak saya melewati kawasan Lypky yang katanya penuh bangunan bersejarah. Dia menunjuk bagian belakang sebuah gedung mirip istana di kejauhan. “Itu namanya Gorodetsky House alias House with Chimaeras,” katanya.

Saat kami mendekati gedung itu, tampak pahatan-pahatan berbentuk hewan di pinggiran atapnya. Tampak keren dan gaya! Jalanan di depannya hanya untuk pejalan kaki. Saat itu ada dua orang petugas keamanan berjalan melewati kami, tapi saat saya minta izin buat memotret mereka dan mengajak foto bareng, mereka menolak. “Kau boleh ambil foto di sekitar sini, tapi tidak boleh memotret petugas,” Sasha menerjemahkan. Kami pun berlalu.

“Gedung dengan pahatan hewan-hewan ini gedung apa, sih?” tanya saya.

Dekorasi berbentuk hewan-hewan dan adegan berburu.

“Gedung ini dipakai buat rumah dinas presiden dan acara-acara negara resmi atau diplomatik,” Sasha menjelaskan. “Dulunya gedung ini dibangun sebagai apartemen mewah, sekitar 100 tahun lalu. Nama arsiteknya Vladislav Gorodetsky, itulah kenapa bangunan ini juga disebut Gorodetsky House. Karena masalah finansial, dia harus menjual bangunan ini. Pemiliknya terus berganti hingga akhirnya dimiliki oleh poliklinik Partai Komunis hingga awal tahun 2000-an. Setelah itu, pemerintah mengambil alih gedung ini.”

“Keren!” saya berdecak kagum sambil sesekali memotret.

Keren, ya? :)

Keren, ya?🙂

“Kau bisa lihat, elemen dekorasi eksterior gedung ini menggambarkan beberapa adegan berburu. Itu karena Gorodetsky sangat menyukai kegiatan berburu. Dia juga disebut sebagai Antonio Gaudi-nya Kiev,” kata Sasha.

Tak lama, kami sampai di Maidan Nezalezhnosti, alun-alun Kiev yang saya lewati waktu hari pertama tiba di kota ini. “Nanti ada Victor dan Yuliya yang akan menemanimu. Mereka orangnya lucu-lucu, lho, bercanda terus,” kata Sasha sambil nyengir. “Aku ada keperluan lain, jadi tak bisa berlama-lama.”

Sore itu, suasana di Maidan Nezalezhnosti cukup ramai. Udara masih agak dingin buat saya, tapi tampaknya cukup hangat bagi warga lokal. Setidaknya, kebanyakan dari mereka jaketnya lebih tipis daripada saya yang masih pakai pakaian empat lapis. Sasha menelepon seseorang, mungkin Victor atau Yuliya, menanyakan mereka sedang berada di mana. Sementara saya cuci mata di sekitar alun-alun, lalu membeli sebotol air mineral di sebuah kios minuman.

Sambil meneguk air, saya memandang ke sekeliling. Anak-anak muda Kiev nongkrong di seputar taman dan air mancur. Anak-anak kecil berlarian dan bermain, dengan para orangtua duduk-duduk di pinggir taman sambil minum-minum. Memang asyik kalau ada banyak ruang terbuka publik di sebuah kota. Katarsis gratis bagi warga yang mungkin sudah cukup penat dengan kegiatan sehari-hari.

Saya dan Sasha H. :)

Saya dan Sasha H.🙂

Lima belas menit kemudian, seorang pemuda jangkung datang bersama seorang gadis berambut pirang kecokelatan. Mereka menjabat tangan seperti sudah lama kenal dengan saya. Pembawaan mereka tampak riang dan menyenangkan.

Sasha pun berpamitan setelah kami bertukar alamat e-mail dan nomor ponsel. “Sampai ketemu lagi ya,” katanya sambil kami berpelukan.🙂

“Ayo, ke mana kita sekarang?” tanya saya bersemangat kepada Victor dan Yuliya.

(bersambung)

2 thoughts on “Balada Ukraina #16

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s