Balada Ukraina #18

Tampak depan stasiun KA Dnipropetrovsk.

Tampak depan stasiun KA Dnipropetrovsk.

Tiba di Dnipro siang jam 13.00, saya sudah dijemput sama Andrey dan Sveta. Mereka sebelumnya memang sudah menelepon mau ketemu saya untuk membicarakan sesuatu. Sebenarnya saya masih capek, tapi nggak apa-apa sih, mumpung masih liburan. Lagi pula, bawaan saya cuma satu day pack yang isinya baju kotor. Saat itu hari Kamis, dan saya baru akan mengajar lagi hari Selasa.

“Kita nongkrong di kafe aja, yuk!” ajak Andrey.

Kami lalu naik trem menuju Jl. Gagarina. Butuh sekitar 20 menit untuk sampai ke sana. “How’s Kiev? Asyik?” tanya Sveta di dalam trem. Saya lalu sibuk menceritakan asyiknya backpacking ke Kiev dengan biaya super irit.🙂

Kami kemudian turun di sebuah halte di Jl. Gagarina. Ada kafe bernama Coffee Life di sana. Biasanya anak-anak AIESEC sering berkumpul di kafe ini untuk rapat, ngerjain tugas kuliah, atau sekadar hang out. Biasa, sambil nyedot wi-fi kafe.🙂 Dan ternyata memang ada beberapa anak AIESEC yang sedang di sini, beberapa di antaranya hanya saya kenal wajahnya.

Saya memesan cokelat hangat dan tiga potong croissant, lalu mengempaskan pantat ke sofa. Sementara Andrey dan Sveta lebih suka ngopi. Andrey saat itu adalah kandidat kuat President AIESEC LC Dnipro yang baru.

“Jadi begini,” Andrey memulai obrolan. “Aku baru saja dapat kabar dari Channel 11, itu TV swasta, bahwa AIESEC akan mendapat slot sekitar 5-10 menit di acara pagi mereka. Kami ingin memanfaatkan kesempatan ini untuk mempromosikan organisasi. Nah, kebetulan sekali sekarang kami sedang punya trainee dari luar negeri, yaitu kau. Aku ingin kau tampil di acara itu besok, sebagai satu-satunya trainee kami dari luar negeri yang ada di Dnipro saat ini.”

“Aku? Wah, ngomong apa nanti?”

“Gampang, kok. Cuma cerita sedikit tentang dirimu, tentang AIESEC, dan kesan-kesanmu selama tinggal di Ukraina.”

“Hmm…begitu, ya…” kata saya dengan mulut penuh croissant.

“Yep…lagi pula, kita cuma punya slot 5-10 menit. Nanti Ann Dombrovskaya juga ikut. Dia akan tampil berdua denganmu. Oke, ya?”

“Hmm…oke, deh. Tapi…tolong bayarin roti dan minumanku dulu, ya? Hehehe….” kata saya sambil cengengesan.

“Ah, sial! Gitu banget sih….” balas Andrey sambil ketawa.

“Aku dibayarin sekalian, dong,” Sveta nimbrung.

“Ayolaah, aku belum gajian,” saya memprovokasi.

“Siaaall!!” Andrey misuh-misuh.

***

Esok paginya, jam 07.30 saya sudah stand by janjian di taman di depan gedung History Museum. Malam sebelumnya, saya sudah mengirim SMS ke teman-teman baru di Kiev. “Besok jam 08.00 nonton Channel 11 ya! Aku tampil live!”

Sengaja saya pakai batik andalan ala Pak Lurah untuk kesempatan istimewa hari itu. Ann tiba tak lama kemudian, lalu kami berjalan kaki ke TKP. Ternyata lokasi stasiun TV itu tidak jauh, masih berada di kompleks National Mining University, yang jaraknya dari halte trem tempat saya menunggu Ann hanya selemparan batu…tapi yang ngelempar atlet Olimpiade.🙂

Mejeng dulu habis syuting. :)

Mejeng dulu habis syuting.🙂

Setelah melapor ke front office, kami dibawa ke lantai 3, dan masuk ke ruang studio. Seorang wanita menyambut kami. Badannya imut sekali untuk ukuran rata-rata orang Ukraina, bahkan lebih kecil daripada saya. Tapi cantiknyaaaa…wow!😛 Kalau tak salah namanya Andrea. Sayangnya, begitu saya ajak ngobrol, si Andrea ini langsung ketahuan nggak bisa bahasa Inggris. Yaaah….😦

Lima belas menit kemudian, kami langsung syuting. Ann sudah memberitahu saya apa-apa yang akan dibicarakan. Pertama, obrolan dalam bahasa Rusia antara Andrea dan Ann tentang AIESEC. Kemudian, di segmen berikutnya, Andrea akan melontarkan beberapa pertanyaan kepada saya, tapi diterjemahkan lebih dulu oleh Ann. Wah, payah nih, pembawa acaranya nggak bisa bahasa Inggris.😛

Selebihnya, acara berlangsung sangat lancar, walaupun saya agak gugup. Di negeri sendiri saja belum pernah nongol di TV, ini malah di negeri orang bisa tampil lima menitan, live pula…hehehe!🙂 Sesuai briefing tadi, pertanyaan untuk saya gampang-gampang saja. Sayang bahasa Inggris Ann agak terbata-bata, jadi saya berusaha bicara pendek-pendek saja. Singkat cerita, saya tampil memikat dan berusaha mengambil hati pemirsa dengan cara menceritakan kerja magang saya sebagai guru bahasa Inggris, makanan Ukraina favorit saya, tempat-tempat yang saya suka di Dnipro, dan perjalanan saya ke Kiev barusan…hehehe!

Tak terasa, 10 menit pun berlalu. Saat jeda iklan, setelah basa-basi sebentar dengan Andrea, kami pun keluar.

“Gampang, kan?” kata Ann.

“Hehehe….iya,” jawab saya cengengesan.

“Sekarang kau jadi seleb di Dnipro,” kata Ann sambil ketawa.

“Hahaha! Bisaaaa aja…”

Ann mengajak saya minum teh panas dulu di sebuah kios kaki lima. Saat itu hampir jam 9 pagi. Belum ada tempat yang buka untuk beli sarapan. Ann memuji baju batik saya. “Bajumu bagus coraknya. Itu semacam pakaian tradisional?”

“Ehm…bisa dibilang begitu.”

Setelah menghabiskan teh kami, Ann lalu pamitan. Dia mau ke kampus, sementara saya mau ke warnet. Harus cek dan kirim banyak e-mail hari itu. Tahun 2008, Facebook baru mulai populer di Indonesia, Friendster masih ada, tapi nggak seru.🙂 Saat itu saya belum sering “fesbukan”. Waktu itu saya juga belum punya laptop, maklum orang susah.😛 Jadi, akses saya ke Internet tidak terlalu sering. Paling-paling sesekali saya mampir ke online game center. Hanya di tempat itulah saya bisa internetan. Atau: mampir ke Coffee Life, “membajak” laptop salah seorang teman untuk cek e-mail.

Sambil berjalan, saya mengecek ponsel. Ada beberapa SMS masuk; dari Victor, Sasha H, Sasha K, dan Daniel. Isi SMS-nya kurang lebih sama: “Channel 11? TV apaan tuh?”

Saya langsung menelepon Ann, menanyakan soal itu. Ann bilang,”Channel 11 itu TV lokal Dnipro. Orang di Kiev jelas tak bisa nonton.”

“Hah??”

***

Pelan-pelan, tanpa benar-benar saya sadari, musim semi sudah menampakkan diri di kota ini. Pohon-pohon yang tadinya tampak gundul dan kelabu membosankan, kini mulai mempercantik diri dengan warna hijau segar. Suhu udara perlahan menghangat, tak pernah lagi turun ke angka nol, apalagi di bawahnya. Orang-orang di jalan juga saya lihat jaketnya tak lagi setebal sebelumnya. Mungkin hanya saya yang masih memakai jaket tebal musim dingin dengan tiga lapis pakaian di baliknya: T-shirt, kemeja, dan sweater.

Musim semi sudah tiba! :)

Musim semi sudah tiba!🙂

Sekarang saya paham sepaham-pahamnya kenapa orang-orang di negeri-negeri empat musim begitu menantikan musim semi dan musim panas. Tentu saja musim dingin punya keasyikan sendiri, tapi siapa sih yang tidak ingin menikmati limpahan sinar matahari dan suhu udara yang hangat? Siapa sih yang tidak ingin melepaskan jaket tebal yang berat itu?

Suhu awal musim semi menjelang April itu sekitar 5-10°C. Buat warga sini, itu sudah termasuk “hangat”. Buat saya jelas masih dingin. Tapi salju sudah mulai menghilang dari jalanan. Sudah sekitar dua bulan saya memakai sepatu bot pinjaman dari Nastya. Sudah waktunya saya beli sepatu kets dan jaket yang lebih tipis. Mumpung masih liburan. Bodohnya, saya lupa membawa kedua benda itu sejak awal berangkat. Saya cuma bawa sepatu kantoran yang malah tidak terpakai sama sekali selama tinggal di sini.[]

(Bersambung)

5 thoughts on “Balada Ukraina #18

  1. gita

    uyyy, indraaaaa…!!!
    seru banget cerita tentang ukraina-nya. aku terakhir baca yg #5 awal tahun ini. itu aja sebelum baca kelanjutannya, aku ulang lg tadi biar inget cerita terakhir sampe mana. sengaja nggak ngikutin sekian lama supaya pas baca bisa sekali banyak, jadi gak lupa jalan ceritanya dan dapet “feel”-nya. yaelaaah…. segitunyaaaa…. hehe… eh, beneran asik loh, ngebacanya. kalo dijadiin buku insya alloh aku beli, trus nanti minta tanda tangannya yaaaa…. hahahaha!

    Reply
    1. Indradya SP Post author

      hehehe…trims mbak, stay tune terus di sini, masih banyak cerita serunya🙂 soal buku, insya Allah awal tahun depan bisa terbit🙂

      Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s