Nongkrong di Hong Kong #6

Pagi-pagi, setelah subuhan, saya menghitung uang yang tersisa, sambil corat-coret di notebook kecil. Tampaknya ada beberapa tempat yang harus kami lewatkan. Apalagi gara-garanya kalau bukan karena duit cekak.🙂

Disneyland. Ini terpaksa saya coret, walaupun Disneyland adalah impian saya waktu masih kecil. Tapi setelah browsing sana-sini, melihat-lihat Disneyland Hong Kong di YouTube, saya merasa tempat ini rada kekanakan buat saya. *sok dewasa* *padahal gak punya duit*😛

Ocean Park. Theme park yang satu ini sebenarnya malah lebih seru daripada Disneyland. Tapi rasanya duit juga mepet, walaupun tiket masuk ke OP lebih murah daripada tiket Disneyland. Nggak apa-apa deh. Toh dulu juga udah pernah.😛

Shenzhen, Cina. Selain butuh biaya buat visa on arrival di perbatasan Hong Kong – Cina di Lo Wu, butuh duit juga buat tiket ke objek wisata Windows of the World di Shenzhen. Nggak mahal-mahal banget sih, tapi setelah dihitung-hitung, rasanya duit juga nggak cukup kalau buat dua orang. Coret dulu deh.

Makau masih masuk di kantong. Dan saya belum pernah ke sana. So, Makau nggak jadi dicoret, dan kami akan ke sana besok (hari Selasa). Jadilah, saya pilih tempat-tempat yang gratisan aja…hehe! Hari ini, rencananya kami mau ke Victoria Peak—atau biasa disebut The Peak. Ini satu destinasi keren kalau lagi mengunjungi Hong Kong.

Beli makan murah di sini. :)

Beli makan murah di Warung Chandra.🙂

Setelah beli nasi rames buat sarapan di Warung Chandra, kami beli roti dan buah di supermarket Wellcome buat makan siang, kami naik MTR menuju Central. Keluar dari stasiun, kami makan dulu di sebuah taman kota. Habis itu jalan kaki lagi menanjak sekitar 300-an meter, mencari Peak Tram Lower Terminus. Ongkos naik trem ke atas bukit waktu itu HK$ 28 (single trip) dan HK$ 40 (return). Di puncak bukit juga sebenarnya ada terminal bus kalau kita mau pulang lewat rute lain. Di Lower Terminus ini ada galeri yang tempat kita bisa melihat-lihat memorabilia,  foto-foto, dan replika trem versi kuno.

The Peak adalah titik tertinggi di Hong Kong (552 meter) sekaligus tempat paling keren untuk melihat kota metropolitan ini dari ketinggian. Dari ketinggian itu, kita bisa melihat sebagian besar wilayah Hong Kong dan Kowloon. Perjalanan naik trem ke atas juga sebentar, paling lama cuma 10 menit. Trem akan bergerak naik hingga mencapai kemiringan 45 derajat, dan sepanjang perjalanan ke atas kita bisa melihat pemandangan breathtaking seperti ini:

Pemandangan Hong Kong dari puncak Victoria Peak.

Pemandangan Hong Kong dari puncak Victoria Peak.

Di Peak Tram Upper Terminus, semua penumpang turun. Stasiunnya menyatu dengan mal Peak Tower yang gedungnya berbentuk bulan sabit. Turis bisa naik ke atap gedung (Sky Terrace) dan bisa mendapatkan posisi terbaik untuk melihat Hong Kong dari atas. Juga ada beberapa teropong di Sky Terrace itu.

Untuk naik ke sini, kita harus bayar. Tapi jangan takut. Buat yang kere, yang gratisan tetap ada. Keluar dari Peak Tower, kita tinggal belok kiri mengikuti jalur pedestrian di situ. Ada satu spot yang bagus buat memotret kota. Atau, cukup jalan ke mal Peak Galleria tepat di depan Peak Tower. Ada dek gratisan di atap gedungnya. Sayang, cuaca saat itu sedang berkabut. Kalau cuaca cerah, kita bisa melihat jelas hingga ke kawasan Kowloon di seberang sana, lokasi hostel tempat kami menginap. Siang atau malam, pemandangan kota dari atas sini keren banget.

Gedung Peak Tower.

Gedung Peak Tower.

Di Peak Tower ini juga ada museum patung lilin Madame Tussauds, lho. Tapi saya nggak masuk. Sebabnya jelas: tiketnya terlalu mahal. Dua kali saya nemu Madame Tussauds, di Bangkok dan Hong Kong, tetap saja nggak bisa masuk karena nggak punya duit. Nggak apa-apa, deh. Toh isinya cuma kumpulan patung lilin buat foto narsis *menghibur diri*. Dan konon kabarnya akan ada Madame Tussauds di Ancol, Jakarta. Tapi nggak tahu kapan bukanya. Akhirnya saya cuma foto-foto di depannya aja. Ada patung lilin Bruce Lee yang gratisan buat foto-foto…hehehe!🙂

Jalurnya nyaman gini. Asyik, kan? :)

Jalurnya nyaman gini buat trekking. Asyik, kan?🙂

Tapi, ngapain juga jauh-jauh ke sini cuma ke mal? The Peak dikelilingi perbukitan hijau dan taman nasional. Setelah sedikit blusukan, saya menemukan papan petunjuk beberapa jalur trekking. Ada jalur menuju Mt. Austin Road, Victoria Peak Garden, Pok Fu Lam Country Park, dan Hong Kong Trail. Yang terakhir ini punya jalur paling panjang, yaitu 50 kilometer (!) mengelilingi sebagian Pulau Hong Kong. Tapi setelah beberapa kilometer bisa juga pilih jalan lain untuk balik lagi ke Peak Tower.

Pok Fu Lam Country Park.

Pok Fu Lam Country Park.

Suhu siang itu sejuk, sekitar 23° Celcius. Acara jalan-jalan di sepanjang masing-masing trek itu jadi makin asyik. Apalagi jalurnya mulus beraspal dan berbeton. Saya cuma jalan di setiap jalur sejauh 3-5 kilometer saja, habis itu balik lagi…hehehe!

Di jalur Hong Kong Trail, melalui Lugard Road, setelah tiga kilometer berjalan kaki, pemandangan hutan beton berganti menjadi hutan betulan. Nun jauh di sana, saya bisa melihat sebuah waduk, dan di sananya lagi tampak garis pantai.

Waduk Pok Fu Lam nun di sana.

Waduk Pok Fu Lam nun di sana.

Semua pemandangan itu membuat saya lupa bahwa wilayah Hong Kong sebenarnya hanya 40% yang dihuni dan dipenuhi bangunan beton. Sisanya adalah hutan, perairan, dan pulau-pulau kecil. Di beberapa titik jalur trekking, ada taman dan area piknik. Beberapa orang terlihat bersantai di taman. Beberapa lagi sedang asyik jogging. Sambil ngaso sebentar, istri saya milih beryoga, sementara saya…tidur siang (!).😛

Sebenarnya saya masih pengen jalan sampai ke pantai sana, tapi istri saya udah ngos-ngosan. Dan kami masih pengen main ke taman kota habis dari The Peak ini.

Sorenya, setelah kaki pegal-pegal, kami kembali ke Lower Terminus. Tak jauh dari situ, ada dua taman kota yang katanya sangat indah: Hong Kong Park dan Zoological & Botanical Garden. Saya memilih yang pertama dulu. Jaraknya tak sampai 200 meter dari Lower Terminus. Hong Kong Park adalah salah satu taman kota terbesar di sini. Dibuka untuk umum sejak 1991 dan luasnya mencapai 80.000 m². 

Hong Kong Park.

Hong Kong Park.

Ada beberapa bagian taman yang menarik di sini. Salah satunya adalah Edward Youde Aviary. Sangkar raksasa ini berisi 600 ekor burung dari 90 spesies. Bahkan jalak Bali juga ada di sini. Selain sangkar burung, taman ini juga punya air terjun buatan, kolam besar berisi beragam ikan dan kura-kura, restoran, museum bertema perlengkapan minum teh Cina, dan Visual Art Center.

Yang jelas, taman ini sangat indah. Bagaikan hutan tropis ditaruh di tengah kepungan gedung-gedung pencakar langit, sementara di sisi lainnya, taman ini dipagari oleh bebukitan hijau.

Suasana di Edward Youde Aviary, Hong Kong Park.

Suasana di Edward Youde Aviary, Hong Kong Park.

Sayang, selepas jalan-jalan di Hong Kong Park, kami jadi capek luar biasa. Seharian itu entah sudah berapa kilometer kami jalan kaki. Terpaksa Zoological & Botanical Garden kami lewatkan. Malam itu kami mampir dulu ke tempat kenalan saya, numpang pake komputer di warnetnya. Sayang, cuma ada karyawannya, jadi kami nggak dikasih makan…hehe!🙂

Sebelum kembali ke hostel, kami menutup hari itu dengan makan malam di Café de Coral. Menunya tetap all beef trio curry with rice. Seporsi berdua.[]

(Bersambung)

7 thoughts on “Nongkrong di Hong Kong #6

  1. Istanamurah

    memang sangat terasa mengasikkan itu kalo namanya jalan-jalan, langsung terasa fresh apalagi rasa penasaran terhadap suatu tempat tertentu dapat dijawab dengan sempurna.. hehe

    Reply
        1. Indradya SP Post author

          Bukan USD lho ya🙂 Kalo mo murah di bawah HKD 10 paling cuma dapet roti atau dimsum di masjid Ammar🙂

          Reply
  2. Esti Budihabsari

    Membaca postingan yang ini, terutama bagian yang ada coretan dan alasan, entah kenapa jadi terasa cocok banget sama judul blognya ya. Jurnal Orang Susah. Tapi kok jadi kesannya pesimis gitu, kamu bener-bener susah ya Ndra?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s