Balada Ukraina #27

Lokasi perkemahan di tepi Sungai Dnipro. Asyik kan? :)

Lokasi perkemahan di tepi Sungai Dnipro. Asyik kan?🙂

Di tengah-tengah kesibukan mengajar, saya sebisa mungkin selalu mengikuti kegiatan AIESEC. Tidak mungkin rasanya tak bersantai sejenak setelah lima hari stres menghadapi anak-anak di sekolah. Seperti pada suatu akhir pekan, ketika AIESEC bikin acara LCC (Local Committee Conference) untuk para newbie. Saya ikut rombongan naik marshrutka dari terminal bus dekat mal Moct ke lokasi acara. Kebetulan, pada waktu itu ada rombongan AIESEC dari kota tetangga, Donetsk, juga datang. Entah mau ngapain.

Lokasi perkemahannya sedikit di luar kota, di kawasan berhutan dan masih di tepian Sungai Dnipro. Ada beberapa bangunan butut yang tampak kurang terurus. Bangunan yang kami tempati punya beberapa kamar berisi ranjang lipat butut serta WC yang amburadul dan bau pesing. Suhu udara masih dingin buat saya, sekitar 14-15°Celcius. Tapi karena saya wira-wiri terus, badan jadi agak hangat dan saya bisa melepas jaket musim dingin saya. Mungkin juga karena saya malu jadi satu-satunya orang yang masih memakai jaket musim dingin di situ. Yah, waktu itu saya belum beli jaket yang rada tipis.

Lagi gombalin cewek...wkwkwkw! :P

Lagi gombalin cewek…wkwkwkw!😛

Saya sendiri sebenarnya tak mendapat tugas apa-apa. Saya cuma main, jalan-jalan di tepi sungai, ganggu sana ganggu sini, tebar pesona, dan curi-curi makanan (!). Sebagai satu-satunya orang asing di situ, saya jadi mendapat perhatian lebih. Soalnya, anak-anak anggota baru AIESEC ini umumnya jarang mendapat kesempatan bertemu orang asing, sehingga dengan saya mereka bisa melatih bahasa Inggris mereka. Di depan mereka juga, saya bisa dengan mudah memalsukan umur setiap kali ditanya.🙂

Di acara pembukaan, Nastya meminta saya bicara sebentar di depan puluhan orang yang hadir. Saya rasa, saya berhasil memukau mereka dengan bahasa Rusia saya yang fasih. Jelas fasih dong, soalnya saya cuma bilang, “Halo semua. Nama saya Indra. Saya dari Indonesia. Saya mengajar bahasa Inggris di sekolah swasta di Dnipropetrovsk. Oh ya, saya tidak bisa bahasa Rusia…hehehe!”🙂

Sibuk nyiapin makanan. :)

Sibuk nyiapin makanan.🙂

Vova termasuk yang ikut dalam rombongan. Dia tampak sangat berminat bergabung dengan AIESEC, walaupun belum resmi menjadi anggota. Lagi pula, dia sudah bukan mahasiswa lagi. Setelah acara perkenalan, para newbie dipecah menjadi beberapa kelompok yang masing-masing dipandu oleh satu senior AIESEC. Kebanyakan sih acara diskusi, penjelasan tentang struktur dan kegiatan organisasi, tentang pelatihan-pelatihan kepemimpinan dan berorganisasi, sambil sesekali menunjuk saya yang lagi main bola atau manjat pohon. Maksudnya mau menunjukkan bahwa anggota bisa dapat kesempatan magang kerja di luar negeri.😛 Selain acara yang serius, panitia juga sesekali menyelingi acara dengan permainan dan nari-nari bareng.

AIESEC dance! Saya sih cuma foto-foto ke sana kemari. :)

AIESEC dance! Saya sih cuma foto-foto ke sana kemari.🙂

Sesekali saya juga ngobrol dengan beberapa orang dari Donetsk. Saya berkenalan dengan Anna L, mahasiswi manis berambut cokelat lurus dan berponi yang ramah banget. Saat hari mulai gelap dan saya baru selesai bantu gotong-gotong kasur buat tidur nanti malam, saya bergabung dengan rombongan anak Donetsk. Yah, sebenarnya sih saya mendekat karena mereka tampak lagi asyik makan…hehehe!

“Hei, Indra! Ayo, gabung sini!” Anna melambaikan tangan saat melihat saya berjalan ke arah mereka. Beberapa dari mereka tampak sedang serius mendengarkan radio.

Vova minta makanan. Dasar anak kos... :)

Vova minta makanan. Dasar anak kos…🙂

“Hai…kalian lagi apa?” sapa saya.

“Siaran langsung sepakbola, man! Ini Shakhtar Donetsk versus Dynamo Kiev! Musuh bebuyutan!” jawab Anna bersemangat. “Kau suka sepakbola?” tanyanya.

“Yeah! Tim favoritku Manchester United!” jawab saya sambil mencomot sepotong kue dan marshmallow di meja kayu.

Lelaki di sebelah Anna yang sedang serius mendengarkan radio tiba-tiba menyahut. “Wah, kau fans MU rupanya? Salaman dulu, dong!” Namanya Kostia. Dia newbie di AIESEC Donetsk. Selain jadi suporter tim sepakbola kotanya sendiri, Kostia juga fan MU. Yang saya tahu, Shakhtar termasuk tim Ukraina yang langganan main di Liga Champions. Saya lalu berkenalan dengan beberapa anak AIESEC lain: seorang mahasiswi berbadan jumbo bernama Anna Z, si langsing Yuliya, dan seorang lagi yang tak terlalu suka sepakbola bernama Mischa—nama panggilan untuk Mikhail. Saya agak lupa nama beberapa orang lain. Maklumlah, saya tipe orang yang tidak bisa langsung hafal nama banyak orang sekaligus saat bertemu pertama kali.

Belakangan mereka juga mengajak saya main ke Donetsk. “Kau sudah tinggal beberapa bulan di Ukraina. Main ke Donetsk, dong. Jangan hanya tahu Kiev dan Dnipro. Donetsk cuma tiga jam naik kereta dari Dnipro,” kata Anna.

Saya jelas tertarik dan mengiyakan, sambil meminta nomor ponsel mereka semua. Saat saya menyambar bulatan marshallow terakhir, anak-anak Donetsk berteriak dan melompat kegirangan. Pertandingan itu berakhir dengan kemenangan untuk Shakhtar.

Sampai tengah malam, anak-anak AIESEC ini masih asyik bermain. Malahan semakin malam game-nya makin ngawur, tapi kocak. Misalnya, beberapa orang tiduran telentang berlawanan posisi. Kepala ketemu kepala. Lalu ada orang yang diangkat-angkat dari satu ujung ke ujung yang lain. Mirip adegan moshing di konser-konser metal. Tapi, dalam “perjalanan” itu, pakaian mereka akan dipreteli sebanyak mungkin oleh orang-orang yang berbaring sambil mengangkat mereka.

Begini permainannya. :P

Begini permainannya.😛

Awalnya saya cuma ketawa-ketawa melihat permainan ini, sampai ditegur seseorang. “Kenapa kau ketawa?” tanya senior bernama Sasha (cowok) sambil cengengesan.

Because it’s stupid, man! Look at them!” Saya ketawa terus sambil memegangi perut yang sudah sakit. Apalagi setelah melihat beberapa “korban” sudah dipreteli pakaiannya hingga tinggal celana dalam.

Dan kami pun ketawa bareng-bareng.

Karena tidak mau ditelanjangi, saya mengambil posisi di ujung akhir, yaitu membantu orang yang sudah selesai dikerjain. Tengah malam saya sudah ngantuk berat. Vova mengikuti saya dan kami langsung rebutan tidur di ranjang lipat paling pojok yang kasurnya rada bau apek. Tanpa sempat buka sepatu. Menjelang saya tertidur penuh, beberapa cewek juga mulai masuk ke kamar dan tidur di ranjang-ranjang lain yang masih kosong.

Akhir pekan yang menyenangkan. Mendadak saya jadi punya banyak teman baru.[]

Foto bareng anak-anak AIESEC.

Foto bareng anak-anak AIESEC.

(Bersambung)

19 thoughts on “Balada Ukraina #27

  1. Haerul

    Mau tanya mas, ini program AIESEC sejatinya dri dulu tiket pesawat return di tanggung sendiri ya? trus masalah visanya gmn apakah akan di bantu diuruskan kita cm tinggal bayar atau kita apply n urus n bayar sendiri gitu. Maaf sy newbie untuk AIESEC dan besok ada wawancara.

    Reply
  2. rizka

    Bagus bgt ceritanya, secara gak langsung saya jadi tau budaya di ukraina seperti apa, karna suami saya asli dari ukraina dan sekarang lagi perang, suami makin stress.
    Kalau soal rasis itu benar, saya mengalami tapi untung gk ribut karena kemana mana sama suami hehehe
    Terima kasih atas info nya

    Reply
    1. Indradya SP Post author

      Makasih udah mampir🙂 Kalo sekarang masih di sana nggak berani kayaknya…hehehe🙂

      Reply
  3. Nuri

    Halo salam kenal namaku Nuri dari semarang
    kebetulan bulan Juli besok saya ada rencana akan ke Ukraina menjalankan project AIESEC
    dan saya iseng iseng nge search kontak orang indonesia di Ukraina dan mendapatkan kontak kak Indra
    apakah kak Indra masih berada di Ukraina?

    Terima Kasih, Salam Kenal ^^

    Reply
    1. Indradya SP Post author

      Salam kenal. Ini cerita udah lama kok, tahun 2008🙂 Dapet project apa & di kota apa?

      Reply
      1. Nuri

        Waa iya saya baru baca..
        Project mengajar Di kota kharkiv. Saya ingin tau keadaan diasana tapi susah mau carinkontak orang indonesia yg ada disana..

        Reply
        1. Indradya SP Post author

          Hati2 aja, Ukraina kan masih krisis. Di Kharkiv itu termasuk banyak orang Rusianya, jadi kemaren sempet rusuh2 dikit. Lebih pastinya tanya2 aja ke LC sana, selengkap2nya.

          Reply
  4. rianamaku

    Wah seneng ya umurnya pada berapa itu mas kaya masih kiyis kiyis…
    Oh di rusia to mas, aku punya teman eh temannya suami aku di kerja dikedubes rusia disana

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s